Pertamina Patra Niaga Perkuat Kemampuan Analisis Bisnis & Problem Solving Tim
“Materinya bagus dan dapat diimplementasikan di perusahaan.”
Tia Fitriani
Supervisor HSSE at Pertamina Patra Niaga
Ringkasan Eksekutif
Tim Pertamina Patra Niaga menghadapi tantangan dalam meningkatkan kemampuan analisis bisnis dan penyelesaian masalah di tengah dinamika operasional distribusi energi yang luas.
Sebagai subholding hilir, efisiensi dalam penyaluran BBM dan LPG sangat bergantung pada ketajaman analisis tim dalam memitigasi masalah seperti overstock atau stockout. Perusahaan membutuhkan standarisasi kerangka kerja agar setiap fungsi dapat melakukan analisis yang terukur dan terstruktur.
Untuk mengatasi tantangan ini, RevoU mengadakan pelatihan "Business Analysis Essentials" selama 1 hari secara offline. Program ini mencakup pengenalan peran BA di industri migas, sistem PEDAS, hingga penggunaan framework seperti SWOT, PESTLE, dan MoSCoW.
Selain pemaparan materi, peserta juga mengikuti sesi Hands-on Activity. Hal ini bertujuan untuk melatih kemampuan pengambilan keputusan berdasarkan data dan tools yang telah dipelajari.
Tentang Pertamina Patra Niaga
Pertamina Patra Niaga sebagai Subholding Commercial & Trading dari PT Pertamina (Persero), menjalankan rantai kegiatan bisnis hilir mulai dari penerimaan, penimbunan dan penyaluran produk BBM, LPG, pelumas dan petrokimia untuk memenuhi kebutuhan energi nasional maupun internasional.
Tantangan yang Dihadapi
Tim Pertamina Patra Niaga menghadapi beberapa tantangan utama dalam lingkup kerja sehari-hari:
Kebutuhan akan kerangka kerja sistematis: Peserta sering menghadapi kondisi kerja dengan dinamisme tinggi di mana proyek berisiko terhenti tanpa skema penyelesaian masalah yang kuat.
Fragmentasi tools analisis: Dibutuhkan standarisasi tools (seperti MoSCoW atau SWOT) agar hasil analisa menjadi variabel yang dapat dipelajari secara lintas fungsi (IT, Audit, Asset Management).
Kompleksitas pengambilan keputusan: Tantangan dalam menentukan prioritas kebutuhan bisnis (high-level requirements) dalam proyek digitalisasi, seperti konversi delivery note manual ke digital.
Hasil
Setelah mengikuti pelatihan, terdapat 93% Learning Growth tim Pertamina Patra Niaga sehingga dapat mengaplikasikan teknik analisis yang lebih terstruktur dalam operasional perusahaan.
Tim Pertamina Patra Niaga dapat mengimplementasikan sistem PEDAS untuk mengidentifikasi root cause masalah di tempat kerja dengan lebih efektif dibandingkan metode konvensional sebelumnya.
Tim Pertamina Patra Niaga mampu menyusun prioritas kebutuhan bisnis menggunakan metode MoSCoW, terutama dalam proyek transformasi digital seperti pengembangan aplikasi Digital Delivery Note untuk supir truk BBM.
Tim Pertamina Patra Niaga meningkatkan kolaborasi lintas fungsi (seperti IT dan Audit) dalam melakukan bedah kasus melalui sudut pandang yang berbeda-beda, menghasilkan analisis yang lebih komprehensif dan tajam.
Hasil Pelatihan


Instruktur
Pawestri Pinasthika
Indonesia Reservoir Performance Business Analyst at SLB